First Post! 09/01/2008
 

              Gedung Lawang Sewu milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV yang telah lama tidak digunakan saat ini telah menjadi cagar budaya, karena situs gedung tersebut merupakan gedung kuno yang perlu dilestarikan, sehingga pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat.

Kepala humas KAI Daop IV, Warsono, di Semarang, Rabu, mengatakan, gedung Lawang Sewu memang telah lama tidak digunakan oleh KAI karena telah memiliki gedung baru, oleh karena itu ke depannya pemanfaatan Lawang Sewu hanya sebatas untuk kepentingan masyarakat.

Ia mengatakan, keputusan ini ditempuh karena gedung Lawang Sewu mempunyai nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat khususnya Kota Semarang. “Gedung ini dibangun sejak kekuasaan Belanda di Indonesia dan memiliki seni arsitektur yang sangat baik, jadi sangat disayangkan jika dilakukan renovasi,” katanya.

Selain itu, menurut dia, juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 57/1990 mengenai penambahan usaha di luar pendapatan non operasional. “Sehingga gedung Lawang Sewu dapat dimanfaatkan atau tepatnya disewakan untuk menambah pemasukan bagi KAI selain dari jasa transportasi kereta api,” katanya.

Ia memberi contoh, pemafaatan untuk kepentingan masyarakat diantaranya adalah untuk expo atau pameran kerakyatan yang diselenggarakan untuk memperkenalkan hasil karya daerah atau kesenian.

Selama ini gedung Lawang Sewu telah sering digunakan untuk pameran-pameran yang diadakan untuk menampilkan UKM daerah yang memiliki nilai seni asli daerah tersebut.
Dalam menyewakan gedung Lawang Sewu pihak KAI tidak memberikan batasan untuk harga sewa namun setidaknya cukup untuk perawatan gedung.

Ia mengharapkan, ada investor yang tertarik dan mau mengembangkan gedung dalam kapasitasnya sebagai investor sehingga pihaknya tidak menyewakan lagi gedung Lawang Sewu.

Namun, kata dia, dalam pengembangan gedung jangan sampai merubah atau merenovasi ulang gedung yang telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, karena memang gedung ini mempunyai nilai sejarah dan memiliki seni arsitektur yang tinggi.

Untuk menghadapi pagelaran Semarang Pesona Asia (SPA) yang sebentar lagi dilakukan pada bulan Agustus ini, KAI telah melakukan beberapa pembenahan di antaranya dengan melakukan pengecatan pada tembok pagar dan pembersihan untuk menjauhkan kesan kumuh.


Persiapan PASKIBRAKA sebelum menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar Bendera Merah Putih dalam rangka HUT RI ke 63 dalam acara ini yang ditunjuk sebagai PASKIBRAKA adalah Seluruh pegawai Baru PT. PLN (PERSERO) PIKITRING JBN. dalam acara yang diikuti oleh seluruh Pegawai, Outsourcing dan Manajemen terlihat sangat khidmad


Paragraph.


Start blogging by creating a new post. You can edit or delete me by clicking under the comments. You can also customize your sidebar by dragging in elements from the top bar.

Title Text.

Program - Program PROKITRING JATENG & DIY

All
Info Hemat Listrik
Info Pemadaman